Rabu, 21 Maret 2012

Kas Tak Sabar Tunggu Hasil 2 Laga Tandang Persipura

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengaku tidak sabar menunggu hasil dua laga tandang Persipura Jayapura, Rabu (21/3/2012). Sebab dua laga klub berjuluk Mutiara Hitam itu, mempengaruhi hasil Klasemen Indonesian Super League (ISL) putaran pertama.

"Iya laga menunggu hasil pertandingan Persipura," kata Kas, Rabu (21/3/2012).

Menurut Kas Persipura akan bertanding melawan Arema ISL dan Persela Lamongan pada 24 dan 28 Maret 2012.

SFC yang mengantongi 36 poin kini berada di posisi teratas, kemudian Persipura mengantongi 31 poin dengan menyimpan dua sisa pertandingan.

Jika menang di dua laga itu Persipura lah yang keluar menjadi juara paruh musim dengan total 27 poin. Tetapi jika terpeleset di salah satu laga, maka SFC lah yang menjadi juara paruh musim, karena nilai Persipura maksimal 35.

"Sembari liburan, iya nunggu pertandingan Persipura sekalian menganalisis kekuatan tim lawan. Tetapi tetap santai dan menikmati liburan," jelasnya.

Jumat, 16 Maret 2012

Tawarkan Andik Ke Inter Milan

Andik Vermansyah. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos
JAKARTA- PSSI terus melakukan langkah aktif agar salah seorang pemain nasionalnya bisa menembus tim besar di Eropa. Induk sepak bola di tanah air bahkan berencana menawarkan Andik Vermansyah kepada klub Inter Milan.

Koordinator timnas PSSI Bob Hippy melihat peluang itu saat Inter Milan datang ke Indonesia Mei mendatang. "Dia akan menurunkan Andik dalam laga tersebut agar Inter Milan bisa melihat permainannya. "Kami sudah merencanakan untuk kemungkinan itu. Karena itu kami akan mainkan dia supaya tahu bagaimana kualitas Andik," terangnya, kemarin (9/3).

Menurut Bob, dengan kualitas permainan yang dimiliki, saying jika Andik hanya berkarir di Indonesia. Harusnya, lanjut dia, Andik bisa berkarir di luar negeri sehingga kemampuannya semakin terasah dan semakin matang.

Dibandingkan dengan pemain-pemain lain, Bob menilai pemain Persebaya Surabaya itu berada di atas rata-rata pemain nasional lainnya. Itu dilihat dari sisi kecepatan dan visi bermain. Kehadirannya di lapangan mampu memberikan perbedaan. "Di SEA Games dia bagus, kontribusinya cukup besar. Di Piala Hassanal Bolkiah (Brunei) juga demikian, dia terlihat cukup menonjol dan mengangkat permainan tim," "papar mantan pemain Nasional tersebut.

Menurutnya, Andik memang memiliki talenta yang luar biasa. "Dia harus terus mengasah diri dan mencoba bermain di luar (negeri)," tambahnya.

Selain Inter Milan, Bob juga menyebut Liverpool sebagai klub lain yang dijadikan sasaran penawaran. Dia memaparkan jika Liverpool memiliki masa uji coba (trial) yang bisa dimanfaatkan Andik untuk menguji kemampuan dan peruntungannya.

Kesempatan itu bisa didapatkan oleh Andik karena PSSI telah memiliki kerjasama dengan Liverpool dalam sisi pembinaan usia muda. Dengan umur Andik yang baru 20 tahun, Bob Percaya anak asuhnya memiliki kesempatan tersbeut.

"Kerja sama dengan Liverpool ini yang akan kami manfaatkan untuk kemungkinan trial ke sana. Bukan hanya Andik, tapi mungkin juga pemain lain," tandasnya.

Sebelumnya, Andik sempat dikaitkan-kaitkan dengan klub Benfica (Portugal) dan Novarra (Italia) yang sempat memuji penampilannya. Itu terungkap setelah ada tulisan dari media setempat tentang ketertarikan klub tersebut kepada pemain mungil itu. (aam/ruk)

Sriwijaya Fc Siapkan dua Nama



Jum'at, 16 Maret 2012  





 
 

PALEMBANG-Sriwijaya FC sudah menyiapkan dua nama calon Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Yakni, Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex dan La Nyalla M. Mattalitti.

Sedangkan untuk Wakil Ketua Umum PSSI, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) juga membawa dua nama. Yakni, Dodi Reza Alex dan Rahim Soekasah. Sedangkan untuk anggota Executive Committee (ExCo), Sriwijaya hanya mencalonkan Dodi Reza Alex.

ôNama-nama itu akan kami usung pada KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu, (18/3) nanti,ö kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (14/3).

Namun, lanjut Hendri, semua keputusan itu belum final. Menurutnya, Sriwijaya masih akan meihat perkembangan saat Kongres nanti. ôApakah pak Dodi atau La Nyalla  akan kami tetapkan nanti. Kami masih akan melihat kondisi di lapangan seperti apa,ö sambung anggota DPRD Banyuasin.

Dia menambahkan, keputusan itu sudah sesuai dengan keputusan bersama dari manajemen. "Pak Dodi Reza juga sudah bersedia untuk dicalonkan sebagai ketua," lanjutnya.

Namun, misi Sriwijaya untuk mengusung Presiden klubnya bakal sulit. Sebab, Dodi Reza Alex tak masuk daftar 19 calon Ketua Umum yang lolos verifikasi tahap awal atau administrasi.

Begitu juga pada calon Wakil Ketua PSSI. Putra Gubernur Sumsel itu juga tak masuk dalam daftar 20 nama calon yang telah di tetapkan oleh Ketua Komite Pemilihan (KP) KPSI.

Anggota DPR RI itu hanya masuk dalam daftar calon anggota Exco. Dodi masuk dalam daftar 46 calon Exco yang telah dirilis oleh KP KPSI. ôKalau anggota Exco pak Dodi sudah dipastikan dicalonkan oleh Sriwijaya. Lainnya, lihat nanti,ö tambahnya.

La Nyalla M. Mattalitti  sendiri sebelumnya anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI kepemimpinan Djohar Arifin Husin. La Nyalla akhirnya keluar sebagai Exco lantaran menilai Djohar Arifin tak sesuai aturan saat memberikan keputusan. Sebelum menjadi Exco, La Nyalla menjabat Wakil Ketua KONI Jatim. (gsm)

Kesempatan Terakhir Paruh MusimSriwijaya FC tinggal menyisakan satu laga lagi di paruh musim ini.

Pada laga terakhir, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan menjamu Persiram Raja Ampat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok (17/3). Nah, pada laga pamungkas itu, kemenangan menjadi harga mati bagi tim double winner 2007. Sebab, ini kesempatan terakhir untuk skuadra Kas Hartadi demi mempertahankan takhta di puncak klasemen sementara Indonesia Super League.
“Kalau pada laga terakhir ini kalah atau seri, posisi kami bakal sulit untuk tetap di puncak klasemen sementara. Untuk itu, kami tidak boleh kehilangan poin melawan Persiram,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, usai latihan kemarin (15/3).
Sriwijaya sendiri saat ini menjadi pemuncak klasemen dengan 33 poin dari 16 laga. Jika, mampu menang atas Persiram Raja Ampat, Sriwijaya tetap sebagai sang capolista paruh musim ini. Itu bila, seteru abadinya, Persipura Jaya Pura yang saat ini terus menempel di peringkat dua dengan 31 poin. Jika gagal memetik poin penuh pada laga away nanti yakni lawan Arema (2/3) dan lawan Persela (28/3), maka sulit bagi Mutiara Hitam sebutan Persipura untuk menggeser posisi Sriwijaya FC.
“Kalau seri saja, peringkat kami akan turun jauh. Bisa tiga, atau bahkan empat. Sebab, tim-tim lainnya juga mempunyai poin yang tidak jauh. Apalagi, rata-rata masih mempunyai dua laga lagi,” lanjut mantan arsitek SYSA Muba itu.
Dilihat dari statistik, Sriwijaya bakal mudah untuk memetik kemenangan atas Persiram. Sebab, soal peringkat, tim asal Sorong, Papua itu jauh di bawah Sriwijaya. Dewa Laut (julukan Persiram) hingga kini masih betah sebagai juru kunci dengan 10 poin dari 14 laga yang telah dijalani.
Dari lima laga terakhir, Sriwijaya juga lebih unggul. Tim juara Piala Indonesia edisi 2009 itu mengoleksi tiga kali kemenangan dan dua kali bermain seri. Sedangkan Persiram hanya mampu menorehkan dua kali menang, dua kali seri, dan satu kali kalah.
Oktovianus Maniani dkk juga kurang maksimal saat menjalani laga away. Persiram hanya mampu mengoleksi dua kali bermain imbang sepanjang putaran pertama musim ini. Yakni, saat menahan imbang 2-2 dari Arema FC, (4/1). Kemudian, bermain imbang 0-0 dari PSAP Sigli, (20/2).
Hasil itu, berbanding terbalik dengan hasil Sriwijaya saat bermain di kandang sendiri. Tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu hingga laga ke-16 sukses memetik poin sempurna, dengan selalu menang kala bermain di laga home. “Namun, kami tak boleh terlalu percaya diri. Anak-anak harus tetap fokus pada pertandingan. Jangan sampai lengah, dan terlalu over,” imbuh tactician asal Solo itu.
Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), Persiram mempunyai karakter layaknya tim Papua lainnya. Yakni, mempunyai misi besar dan bermain ngotot. Sehingga, bila Ponaryo Astaman dkk terlalu over dan hilang konsentrasi, bakal menjadi bumerang bagi anak asuhnya.
“Persiram tak jauh beda dengan Persidafon atau tim Papua lainnya. Gaya permainannya sangat ngotot. Hal ini yang perlu diwaspadai, sebab lengah sedikit bukan tidak mungkin lawan menciptakan gol,” tambahnya.
Sementara itu, misi besar diusung Persiram Raja Ampat saat menjalani lawatannya ke kandang Sriwijaya FC. Membawa 22 pemain, skuadra Danur Windo berambisi mampu mencuri poin di Stadion Gelora Sriwijaya (home base Sriwijaya FC).
“Kami datang ke Palembang tak mau sia-sia. Kami tetap berambisi untuk mencuri poin di pertandingan nanti. Seri alhamdulillah, kalau bisa kami mampu menang,” kata pelatih Persiram, Bambang Nurdiansyah, saat ditemui di Hotel Novotel Palembang, kemarin (15/3).
Misi curi poin itu dipasang, lanjut Banur--sapaan akrab Bambang Nurdiansyah--untuk memecahkan rekor di kandang Sriwijaya yang terbilang angker dan sulit dikalahkan. “Selama ini kan Sriwijaya selalu menang di kandang. Otomatis, bila kami mampu seri atau menang kami sukses memecahkan rekor itu,” lanjutnya.
Tak hanya itu, target juga diusung untuk memperkecil ketertinggalan Mitra Kukar di klasemen sementara. “Meski tetap berada di papan bawah, minimal kami bisa memperkecil jarak dengan tim papan bawah lainnya,” pungkasnya.

Gumbs Tinggalkan Indonesia

Meski urusan Kitas (Keterangan Izin Tinggal Sementara) dijamin selesai, Keith Kayamba Gumbs tetap harus meninggalkan Indonesia Selasa (20/3) nanti, sebagai prosedur yang harus diikuti warga negara asing (WNA) berstatus pemain sepakbola profesional di Indonesia.

Setelah itu, sekitar pekan kedua April Gumbs kembali ke Indonesia dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Manajemen memiliki waktu satu bulan jeda kompetisi putaran kedua musim 2011/2012 untuk membereskan Kitas Kayamba.

“Dia akan meninggalkan Indonesia pada 20 Maret nanti sebagai batas akhir dari visanya, sembari mengurus ke Singapura. Kemudian kembali lagi ke Indonesia saat putaran kedua dimulai,” jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Kamis (15/3).

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, manajemen akan secepatnya mengurus semua persyaratan yang diminta pihak Imigrasi agar Kitas kembali didapatkan Kayamba. Menurut dia, problem yang sama juga dialami seluruh pemain asing yang merumput di ISL (Indonesia Super League) yang Kitasnya berakhir.

“Hampir semua pemain asing ISL mengalami kasus serupa, Kayamba hanya pembukaannya saja,” jelasnya.

Perginya Kayamba disebut Hendri, untuk menghindari deportasi dan mengikuti prosedur yang diminta pihak Keimigrasian terkait dengan habisnya visa Kayamba pada 19 Maret nanti.

Sementara itu, Pelatih Kas Hartadi tetap menurunkan Kayamba dalam pertandingan lawan Persiram Raja Ampat, Sabtu (17/3) nanti. Bagi Kas, kondisi yang dialami Kayamba tidak akan berpengaruh kepada penampilannya. “Dia pemain yang sudah matang dan membangkitkan tim. Saya tetap memasangnya dalam pertan-dingan lawan Persiram,” urai Kas Hartadi.

Sementara itu, Kayamba menolak memberikan komentar terlalu banyak terkait dengan persoalan yang membelitnya. Dalam pesan blackberry messenger (bbm) ia menyatakan, semua persoalan ini diserahkannya kepada pihak manajemen dan proses di Imigrasi.

Ditambahkan Kas, kondisi tim tidak terpengaruh dengan persoalan yang dihadapi Kayamba, karena semua tahu manajemen tidak akan tinggal diam.

Secara terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Klas I Palembang Heriyanto melalui Kasi Informasi dan Komunikasi Ian Marcos mengatakan, memang yang bersangkutan ditangani langsung dari kantor imigrasi pusat,” ujarnya.

Rizky Gantikan Kayamba Srtiker andalan Sriwijaya FC

Striker andalan Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs belum bisa dipastikan turun lawan Persiram Raja Ampat, (17/3) nanti. Itu buntut dari terancamnya Kayamba (sapaan Keith Kayamba Gumbs) dideportasi oleh pihak Imigrasi Jakarta, lantaran visa izin tinggal di Indonesia bakal berakhir 19 Maret nanti.
“Saya belum tahu apakah Kayamba bisa dimainkan atau tidak. Belum ada kepastian, dan kami masih menunggu konfirmasi lebih lanjut,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat ditemui usai latihan, kemarin (15/3).
Bila memang tak bisa dimainkan, lanjut Kas (sapaan Kas Hartadi) dirinya sudah mempersiapkan Rizky Novriansyah sebagai pengganti Kayamba. Pelatih asal Solo itu menilai, Rizky layak untuk menggantikan peran Kayamba sebagai suksesor di lini depan.
“Selama ini Rizky selalu menjadi pengganti Kayamba bila absen. Dan dia (Rizky red) mampu memerankan permainanya dengan baik. Untuk itu, saya menunjuknya, apalagi posisinya sama dengan Kayamba,” lanjut mantan arsitek SFC U-21 itu.
Namun, meski sudah mempersiapkan pengganti, Kas Hartadi sendiri berharap Kayamba tetap bisa dimainkan pada laga pamungkas putaran pertama itu. Apalagi, Sriwijaya butuh poin penuh pada laga terakhir itu. Otomatis, peran pemain berjersey nomor 17 itu sangat dibutuhkan oleh Sriwijaya.
“Kami berharap, Kayamba bisa turun pada pertandingan nanti. Peran Kayamba sangat berpengaruh di tim kami. Mudah-mudahan, semua permasalahan yang dihadapi Kayamba cepat selesai. Sehingga, Kayamba bisa fokus pada pertandingan,” sambungnya.
Apakah tidak takut mental Kayamba bakal turun lantaran sedang mendapat masalah? Mantan pelatih SYSA Muba itu langsung memastikan mental Kayamba tetap akan maksimal bila dimainkan lawan Persiram nanti. Menurutnya, Kayamba merupakan pemain yang profesional. “Tidak mungkin mental Kayamba terpengaruh. Dia (Kayamba Red) pemain profesional dan berpengalaman. Saya yakin, Kayamba bisa tampil maksimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Keith Kayamba Gumbs sendiri belum mau berkomentar dengan masalah yang sedang di hadapinya. “Saya belum bisa bicara kalau soal ini (deportasi red),” ucap Kayamba.
Sebelumnya, Keith Kayamba Gumbs sendiri terancam dideportasi oleh Imigrasi Jakarta lantaran visa izin tinggal di Indonesia berakhir 19 Maret. Kayamba diberikan waktu hingga 19 Maret nanti untuk memperpanjang Visanya. “Kami sudah menerima surat soal perpanjangan Visa itu. Kami akan mengurusnya setelah lawan Persiram. Kami pastikan, Kayamba tidak akan dideportasi. Dan tetap bisa tinggal di Indonesia. Sebab, pengurusan perpanjangan visa tidak lama,” kata Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin.

Kamis, 15 Maret 2012

Ferry Membaik

Ferry MembaikSriwijaya FC bisa dipastikan tampil full team ketika jamu Persiram Raja Ampat pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (17/3) nanti. Sebab, seluruh pemain bisa dipastikan dalam kondisi fit dan tidak satu pun dapat larangan tampil akibat akumulasi kartu.
Tidak terkecuali penjaga gawang Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu yang sempat absen saat tim berjuluk Laskar Wong Kito kalahkan Mitra Kukar dengan skor 4-3 di Jakabaring (8/3) lalu. Sekadar memberi tahu, sebelumnya Ferry mengalami cedera robek dagu akibat benturan dengan kepala defender Sriwijaya Achmad Jufrianto saat Sriwijaya bertemu Persisam Putra Samarinda (4/3) lalu.
“Kondisi luka pada dagu Ferry (Rotinsulu) sudah membaik. Tinggal buka jahitan saja dan kemungkinan besok (hari ini, red) sudah bisa latihan kembali,” terang arsitek Sriwijaya FC Kas Hartadi kepada Sumatera Ekspres, kemarin (11/3).
Selain Ferry, masih kata dia Achmad Jufrianto yang juga tidak diturunkan menghadapi Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) bisa dipastikan dalam kondisi baik. “Jupe (pangilan akrab Achmad Jufrianto) tidak ada masalah. Seharusnya Jupe sudah bisa diturunkan lawan Mitra Kukar karena kepentingan rotasi maka kami percayakan pada Nova Arianto,” terang dia.
Ditambahkan Kas, kembalinya Ferry membuat gawang Sriwijaya bakal lebih aman. Namun bukan berarti penampilan Rivki Mokodompit sebagai pengganti FR-12 (julukan Ferry Rotinsulu) saat menghadapi Mitra Kukar kurang maksimal. “Secara umum Rivki (Mokodompit) tampil cukup bagus. Meski sempat blunder dan berakibat fatal (kebobolan, red),” tegas dia.
Dia menilai kurang maksimalnya performa Rivki dikarenakan kurang jam terbang. Hal tersebut terbilang lumrah mengingat hampir setengah musim kompetisi berjalan penjaga gawang tim nasional (timnas) U-23 tersebut hanya dua kali tampil sebagai starter. Satu laga lainya kala Sriwijaya dikalahkan Persiwa Wanena 0-1 di Wamena (24/1) lalu.
Tampil dengan kekuatan penuh membuat Kas makin optimis mengamankan tiga angka pada laga pamungkas putaran pertama tersebut. “Tidak ada kata lain kecuali menang. Sebab poin kandang menjadi sangat penting terlebih perbedaan poin dengan kompetitor sangat tipis. Beda 3 poin atas Persipura pada posisi kedua (sisa 3 laga) dan 4 poin atas Persiwa pada posisi ketiga (sisa tiga laga),” pungkas dia.
Defender Black Wait