
Pada laga
terakhir, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan menjamu Persiram
Raja Ampat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok (17/3). Nah,
pada laga pamungkas itu, kemenangan menjadi harga mati bagi tim double
winner 2007. Sebab, ini kesempatan terakhir untuk skuadra Kas Hartadi
demi mempertahankan takhta di puncak klasemen sementara Indonesia Super
League.
“Kalau pada laga terakhir ini kalah atau seri, posisi kami bakal
sulit untuk tetap di puncak klasemen sementara. Untuk itu, kami tidak
boleh kehilangan poin melawan Persiram,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas
Hartadi, usai latihan kemarin (15/3).
Sriwijaya sendiri saat ini menjadi pemuncak klasemen dengan 33 poin
dari 16 laga. Jika, mampu menang atas Persiram Raja Ampat, Sriwijaya
tetap sebagai sang capolista paruh musim ini. Itu bila, seteru abadinya,
Persipura Jaya Pura yang saat ini terus menempel di peringkat dua
dengan 31 poin. Jika gagal memetik poin penuh pada laga away nanti
yakni lawan Arema (2/3) dan lawan Persela (28/3), maka sulit bagi
Mutiara Hitam sebutan Persipura untuk menggeser posisi Sriwijaya FC.
“Kalau seri saja, peringkat kami akan turun jauh. Bisa tiga, atau
bahkan empat. Sebab, tim-tim lainnya juga mempunyai poin yang tidak
jauh. Apalagi, rata-rata masih mempunyai dua laga lagi,” lanjut mantan
arsitek SYSA Muba itu.
Dilihat dari statistik, Sriwijaya bakal mudah untuk memetik
kemenangan atas Persiram. Sebab, soal peringkat, tim asal Sorong, Papua
itu jauh di bawah Sriwijaya. Dewa Laut (julukan Persiram) hingga kini
masih betah sebagai juru kunci dengan 10 poin dari 14 laga yang telah
dijalani.
Dari lima laga terakhir, Sriwijaya juga lebih unggul. Tim juara
Piala Indonesia edisi 2009 itu mengoleksi tiga kali kemenangan dan dua
kali bermain seri. Sedangkan Persiram hanya mampu menorehkan dua kali
menang, dua kali seri, dan satu kali kalah.
Oktovianus Maniani dkk juga kurang maksimal saat menjalani laga
away. Persiram hanya mampu mengoleksi dua kali bermain imbang sepanjang
putaran pertama musim ini. Yakni, saat menahan imbang 2-2 dari Arema FC,
(4/1). Kemudian, bermain imbang 0-0 dari PSAP Sigli, (20/2).
Hasil itu, berbanding terbalik dengan hasil Sriwijaya saat bermain
di kandang sendiri. Tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut
itu hingga laga ke-16 sukses memetik poin sempurna, dengan selalu menang
kala bermain di laga home. “Namun, kami tak boleh terlalu percaya diri.
Anak-anak harus tetap fokus pada pertandingan. Jangan sampai lengah,
dan terlalu over,” imbuh tactician asal Solo itu.
Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), Persiram mempunyai karakter
layaknya tim Papua lainnya. Yakni, mempunyai misi besar dan bermain
ngotot. Sehingga, bila Ponaryo Astaman dkk terlalu over dan hilang
konsentrasi, bakal menjadi bumerang bagi anak asuhnya.
“Persiram tak jauh beda dengan Persidafon atau tim Papua lainnya.
Gaya permainannya sangat ngotot. Hal ini yang perlu diwaspadai, sebab
lengah sedikit bukan tidak mungkin lawan menciptakan gol,” tambahnya.
Sementara itu, misi besar diusung Persiram Raja Ampat saat menjalani
lawatannya ke kandang Sriwijaya FC. Membawa 22 pemain, skuadra Danur
Windo berambisi mampu mencuri poin di Stadion Gelora Sriwijaya (home
base Sriwijaya FC).
“Kami datang ke Palembang tak mau sia-sia. Kami tetap berambisi
untuk mencuri poin di pertandingan nanti. Seri alhamdulillah, kalau bisa
kami mampu menang,” kata pelatih Persiram, Bambang Nurdiansyah, saat
ditemui di Hotel Novotel Palembang, kemarin (15/3).
Misi curi poin itu dipasang, lanjut Banur--sapaan akrab Bambang
Nurdiansyah--untuk memecahkan rekor di kandang Sriwijaya yang terbilang
angker dan sulit dikalahkan. “Selama ini kan Sriwijaya selalu menang di
kandang. Otomatis, bila kami mampu seri atau menang kami sukses
memecahkan rekor itu,” lanjutnya.
Tak hanya itu, target juga diusung untuk memperkecil ketertinggalan
Mitra Kukar di klasemen sementara. “Meski tetap berada di papan bawah,
minimal kami bisa memperkecil jarak dengan tim papan bawah lainnya,”
pungkasnya.